Kades Lomaer Bungkam .Konfirmasi Media Terkait Dugaan Penyimpangan Dana Desa
CNBC Media.Net BANGKALAN – Kepala Desa Lomaer, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, tidak merespon surat konfirmasi yang dikirimkan oleh awak media On Line terkait dugaan penyimpangan dan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikucurkan lewat Dana Desa.
Surat konfirmasi tersebut dikirimkan pada tanggal 9/1/2026 lewat WhatsApp dan telah diterima oleh pihak desa. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, yaitu tanggal 15 Januari 2026, tidak ada respons dari Kepala Desa Lomaer.
Dalam surat konfirmasi tersebut, awak media.CNBC Media.Net mempertanyakan penggunaan Dana Desa tahun 2023 dan 2024 yang mencapai Rp 2.661.918.000, dengan rincian sebagai berikut:
– Tahun 2023: Rp 1.286.881.000
– Tahap Pertama: Rp 469.953.900
– Tahap Dua: Rp 351.153.900
– Tahap Tiga: Rp 465.773.200
– Tahun 2024: Rp 1.375.037.000
– Tahap Pertama: Rp 652.699.400
– Tahap ke Dua: Rp 722.337.600
– Tahun 2025: Rp 1.294.649.000
– Tahap pertama: Rp 608.371.900
– Tahap Dua: Rp 686.277.050
Awak media juga menduga adanya penyimpangan alokasi Dana Desa untuk kepentingan pribadi, bukan untuk kesejahteraan masyarakat. Dugaan penyimpangan ini dibuktikan dengan tidak adanya pembangunan infrastruktur jalan desa. Surat konfirmasi tersebut telah ditembuskan kepada Saber Pungli Polres Bangkalan, Kejaksaan Negeri Bangkalan, Inspektorat Bangkalan, dan Bupati Kabupaten Bangkalan.
Awak media CNBC Media.Net akan terus memantau perkembangan kasus ini dan meminta klarifikasi dari pihak terkait. Kami berharap agar Kepala Desa Lomaer dapat memberikan penjelasan yang transparan dan akuntabel terkait penggunaan Dana Desa di desanya. Memang terpaksa media Radar Nusantara post siap melaporkan ke Kejaksaan tinggi jawa Timur
Jurnalis iswandi89
*
