Stasiun RRI atau Rumah Radio Bung Tomo dan Situs Majapahit Eko Gagak dan Rakyat Indonesia Angkat Suara Tanpa Pamrih

0
InCollage_20260208_121916756

CNBC MEDIA. NET. SURABAYA– Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan keberadaan Stasiun RRI Bung Tomo dan Situs-Situs Majapahit. Pertanyaan ini menyoroti pentingnya pelestarian situs-situs bersejarah di Indonesia.

Presiden Prabowo menanyakan apakah Stasiun RRI yang digunakan oleh Bung Tomo saat pertempuran 10 November masih ada, serta lokasi situs-situs Majapahit yang dikabarkan telah berubah menjadi kawasan industri.

Rumah Radio Bung Tomo, yang pernah menjadi markas para pejuang, telah dibongkar pada 2016 dan diubah menjadi hunian pribadi. Penghapusan status cagar budaya memicu protes keras dari pemerhati sejarah dan rakyat Indonesia.

Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur diminta untuk memulihkan situs cagar budaya dan mempertanggungjawabkan perusakan cagar budaya. Masyarakat juga menyerukan pengsahan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pemajuan Kebudayaan dan Kepahlawanan Surabaya.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya pelestarian situs-situs bersejarah sebagai simbol perjuangan dan pengorbanan bangsa. “Pembangunan dan pelestarian sejarah harus berjalan seiring, bukan saling meniadakan,” tegasnya.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Pemerintah Daerah diminta untuk memperketat pengawasan terhadap aset-aset sejarah lainnya dan memastikan perubahan sekecil apapun dapat terdeteksi dengan baik.

Narasumber. /Kontributor Aktivis Surabaya eko gagakĀ (isw89)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *