Tiongkok Kecam Keras Penjualan Senjata AS kepada Taiwan
CN BC Media.Net Surabaya Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya, Ye Su, mengecam keras penjualan senjata AS kepada Taiwan, yang dianggap sebagai campur tangan kasar terhadap urusan dalam negeri Tiongkok. Penjualan senjata ini melanggar Prinsip Satu Tiongkok dan Tiga Komunike Bersama Tiongkok–AS, serta merusak kedaulatan dan kepentingan keamanan Tiongkok.
Ye Su menekankan bahwa penjualan senjata AS kepada Taiwan bertentangan dengan arus sejarah dan pada akhirnya akan berbalik merugikan AS sendiri. Ia juga menyatakan bahwa kelompok “kemerdekaan Taiwan” yang bersikap gila perang pada akhirnya akan menghancurkan dirinya sendiri. Kelompok ini telah mengorbankan keselamatan dan kesejahteraan rakyat Taiwan demi kepentingan politik sempit.
Tiongkok telah mengambil langkah-langkah balasan terhadap AS, termasuk pemberian sanksi terhadap 20 perusahaan industri militer AS dan 10 eksekutif senior. Tiongkok juga melaksanakan operasi militer “Misi Keadilan–2025” oleh Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok. Langkah-langkah ini menunjukkan tekad dan kemampuan Tiongkok dalam menjaga kedaulatan dan persatuan nasional.
Prinsip Satu Tiongkok telah menjadi dasar hubungan diplomatik Tiongkok dengan 183 negara, termasuk Indonesia. Tiongkok berharap Indonesia akan terus mendukung Prinsip Satu Tiongkok dan menentang segala bentuk separatisme “kemerdekaan Taiwan”. Tiongkok dan Indonesia adalah tetangga baik di seberang laut sekaligus mitra strategis yang senasib sepenanggungan.
Tiongkok siap bekerja sama dengan Indonesia untuk melaksanakan konsensus penting para pemimpin kedua negara, menentang segala bentuk separatisme “kemerdekaan Taiwan” dan campur tangan kekuatan eksternal, menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan, serta mendorong pembangunan Komunitas Senasib Sepenanggungan Tiongkok–Indonesia agar semakin mendalam dan berpengaruh secara regional maupun global.
Jurnalis Red/isw89
