DINASTI CAKRANINGRAT MADURA SELENGGARAKAN HALAL BIHALAL 2026

0
IMG-20260406-WA0030

CNBC MEDIA NET Bangkalan,
Dinasti Cakraningrat Madura kembali menunjukkan eksistensinya dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai kebersamaan melalui penyelenggaraan Halal Bihalal yang berlangsung pada 5 April 2026 di Pendopo Ningrat, Bangkalan. Kegiatan ini digelar secara sederhana, namun sarat makna, menghadirkan suasana penuh kehangatan, kekeluargaan, dan nuansa historis yang kental.

Sejak awal acara, antusiasme peserta terlihat begitu tinggi. Para undangan dari berbagai kalangan, baik keluarga besar dinasti maupun masyarakat umum, hadir memenuhi pendopo.

Bahkan, panitia harus sigap menambah meja dan tempat duduk demi memberikan kenyamanan bagi para hadirin yang terus berdatangan. Hal ini menjadi bukti bahwa semangat silaturahmi dan kecintaan terhadap nilai-nilai tradisi masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.

Momentum Halal Bihalal ini dimanfaatkan sebagai ajang untuk saling bermaafan, mempererat hubungan kekeluargaan, serta memperkuat ikatan sosial yang telah terjalin sejak lama. Di tengah perbincangan hangat, terselip pula cerita-cerita sejarah dan refleksi atas peran besar leluhur Dinasti Cakraningrat dalam membangun peradaban di Madura.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut R. Setijabudi Normandi, yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Kehadirannya menjadi simbol dukungan terhadap upaya pelestarian nilai-nilai budaya dan tradisi lokal yang terus dijaga oleh keluarga besar dinasti.

Dalam arahannya sebagai sesepuh keluarga, R. Setijabudi mengatakan bahwa perpecahan itu selalu ada didalam tubuh manapun sejak dahulu, dan Halal Bihalal adalah salah satu obat mujarabnya, sesungguhnya sesiapa yang tidak berkenan hadir tanpa sebab yang jelas,

sesungguhnya ia adalah penyakit itu sendiri. Jika seluruh keluarga ini bersatu padu, insyaAlloh Bangkalan akan kembali jaya seperti ketika para leluhur kita Cakraningrat dan Cakraadiningrat mengelola tanah pusaka ini.

Hadir pula sesepuh dari Kasorjan Bangkalan, R. Ay. Kiptiyah dan KPA. M. Cholil Suroadikusumo, R, Agus Salim beserta keluarga dari Pamekasan, R. Insan Kamil beserta keluarga dari Sepuluh dan R. Sayadi bersama keluarga dari Banyusangka Kokop.

Namun, di balik suasana penuh keakraban tersebut, muncul kabar yang mengundang perhatian dan keprihatinan. Pendopo Ningrat yang menjadi lokasi berlangsungnya acara ini,

dikabarkan berpotensi besar akan dibongkar dalam rangka pengembangan kawasan menjadi fasilitas hotel. Rencana tersebut menimbulkan beragam respons, mengingat pendopo ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan juga simbol sejarah, identitas, dan kebesaran Dinasti Cakraningrat di Madura.

Bagi banyak pihak, Pendopo Ningrat memiliki nilai historis yang tinggi. Bangunan ini telah menjadi saksi perjalanan panjang dinamika sosial, budaya di Bangkalan.

Oleh karena itu, harapan besar disampaikan agar setiap rencana pembangunan tetap mempertimbangkan aspek pelestarian warisan budaya, sehingga nilai sejarah yang ada tidak hilang begitu saja.

Kegiatan Halal Bihalal ini pada akhirnya tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum refleksi bersama. Refleksi tentang pentingnya menjaga akar sejarah, merawat identitas budaya,

serta menyeimbangkan antara pembangunan modern dengan pelestarian nilai-nilai leluhur.
Dengan semangat kebersamaan yang terbangun dalam acara tersebut, Dinasti Cakraningrat Madura berharap nilai-nilai persatuan, kekeluargaan, dan kecintaan terhadap warisan budaya akan terus hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Halal Bihalal yang didominasi oleh kehadiran keluarga besar keturunan Cakraningrat IV dari Sembilangan tersebut berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan nuansa emosional yang mendalam. Kebersamaan yang terjalin tidak hanya mencerminkan kuatnya ikatan genealogis,

tetapi juga menghadirkan rasa memiliki terhadap sejarah dan warisan leluhur yang terus hidup di tengah generasi penerus.
Suasana acara mencapai puncak haru ketika lantunan lagu Kembhanga Naghara mulai bergema di dalam pendopo. Tanpa aba-aba, seluruh hadirin secara spontan turut menyanyikan lagu tersebut dengan penuh penghayatan.

Tidak satu pun yang terdiam—suara yang menyatu itu menggema memenuhi ruangan, menghadirkan getaran emosional yang kuat hingga menimbulkan rasa haru dan merinding bagi siapa pun yang hadir.

Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan yang tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan juga merepresentasikan keterikatan batin yang mendalam antara keluarga besar dinasti dengan nilai-nilai budaya dan sejarah yang diwariskan secara turun-temurun.

Pemangku Dinasti Madura, KPP. Agus Suryoadikusumo, menyampaikan bahwa acara Halal Bihalal seperti ini layak untuk terus dilanjutkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya merawat warisan leluhur dan membangun kebersamaan lintas generasi di lingkungan Dinasti Madura,

mengesampingkan egoisentris tak bermanfaat dan membuang nilai keangkuhan tak bernilai dan hampa. antusiasme keluarga besar yang hadir dalam acara Halal Bihalal serta Tingginya partisipasi para undangan menurutnya menjadi indikator kuat bahwa semangat kebersamaan, rasa memiliki, serta ikatan kekeluargaan di lingkungan dinasti masih terjaga dengan sangat baik.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan semacam ini tidak hanya memiliki nilai seremonial, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kesinambungan tradisi, mempererat silaturahmi, serta memperkuat identitas budaya dan mengembalikan kejayaan Cakraningrat di Tanah Madura.

Lebih lanjut, ketua panitia RP. Iskandar Ahadiyat, Ir. Ia menjelaskan bahwa meskipun kegiatan ini dikemas secara sederhana, antusiasme keluarga besar yang hadir di Pendopo Ningrat,

Bangkalan, sangat luar biasa dan bahkan melampaui perkiraan panitia. Kondisi tersebut mendorong panitia untuk melakukan penyesuaian di lapangan dengan menambah fasilitas tempat duduk demi kenyamanan seluruh peserta.
Lebih lanjut, Ketua Panitia menegaskan bahwa keberhasilan acara ini tidak hanya diukur dari jumlah kehadiran, tetapi juga dari kuatnya rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang terbangun.

Ia berharap kegiatan Halal Bihalal ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah mempererat hubungan antar keluarga besar dinasti sekaligus menjaga kelestarian nilai budaya dan sejarah Madura

Di akhir pernyataannya, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya acara dengan lancar dan penuh khidmat.  #Robin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *