Komunitas Tionghoa Surabaya Gelar Seminar Dukung Reunifikasi Selat Taiwan dan Revitalisasi Bangsa Tionghoa
CNBC MEDIA NET SURABAYA– Komunitas Tionghoa Surabaya menggelar seminar bertajuk _“Mewujudkan Reunifikasi Kedua Tepi Selat Taiwan, Menciptakan Bersama Revitalisasi Bangsa Tionghoa”_ pada Senin, 28 April 2026. Acara ini dihadiri Konsul Jenderal Tiongkok di Surabaya Ye Su beserta lebih dari 20 perwakilan organisasi dan institusi.
Turut hadir dalam seminar tersebut antara lain Perkumpulan Perdamaian Indonesia Tionghoa, Perhimpunan Persahabatan Indonesia Tiongkok Jawa Timur, Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia Jawa Timur, Yayasan Pintu Mas, dan Universitas Kristen Petra Surabaya. Wakil Konsul Jenderal Tan Dayou dan Liu Yi juga menghadiri acara tersebut.
Dalam pidatonya, Konjen Ye Su mengapresiasi konsistensi komunitas Tionghoa Indonesia yang selama ini menolak separatisme dan mendorong reunifikasi. Ia menegaskan bahwa masa depan Taiwan tidak terpisahkan dari tanah air Tiongkok yang kuat,
serta kesejahteraan masyarakat Taiwan berkaitan erat dengan Revitalisasi Bangsa Tionghoa. “Segala bentuk separatisme ‘Kemerdekaan Taiwan’ dan intervensi asing pasti gagal. Reunifikasi sepenuhnya Tiongkok pasti akan terwujud,” ujarnya.
Para peserta seminar membahas pidato Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pertemuannya dengan Cheng Li-wun, Ketua Partai Kuomintang Tiongkok. Diskusi menghasilkan konsensus bahwa pernyataan Presiden Xi berwawasan jauh ke depan dan memberikan arahan bagi perkembangan hubungan kedua tepi selat.
Peserta menegaskan kembali bahwa hanya ada satu Tiongkok dan Taiwan merupakan bagian wilayah Tiongkok yang tidak terpisahkan. Mereka menyatakan upaya separatis “Kemerdekaan Taiwan”
tidak memiliki dukungan rakyat dan masa depan. “Mewujudkan reunifikasi adalah keinginan bersama seluruh putra-putri bangsa Tionghoa di dalam dan luar negeri, serta merupakan keniscayaan sejarah,” bunyi pernyataan bersama peserta.
Komunitas Tionghoa Indonesia menyatakan kebanggaan atas kemajuan Tiongkok dan komitmen untuk terus memegang teguh Prinsip Satu Tiongkok. Mereka juga bertekad menolak segala bentuk upaya separatis “Kemerdekaan Taiwan” serta mendorong pertukaran dan kerja sama antar masyarakat.
Konjen Ye Su mengajak komunitas Tionghoa di wilayah konsuler Surabaya untuk melestarikan budaya tradisional Tiongkok dan berperan sebagai jembatan komunikasi dalam dan luar negeri, guna berkontribusi bagi reunifikasi kedua tepi Selat Taiwan dan Revitalisasi Bangsa Tionghoa
(.jurnalis isw89)
