Diduga Tarik Pungli Sumur Bor Dana Desa, Kades Gunung Sereng Bakal Didemo Warga
Bangkalan Cnbc media Net – Keresahan melanda warga Desa Gunung Sereng, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan. Sejumlah perwakilan masyarakat merencanakan aksi unjuk rasa menuntut transparansi terkait dugaan praktik pungutan liar pungli dalam program fasilitas air bersih sumur bor di desa setempat.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari warga, program pengadaan sarana air bersih yang menggunakan alokasi Dana Desa DD tersebut diduga dibebani biaya penyambungan yang cukup fantastis. Warga mengaku dimintai tarif berkisar antara Rp1.500.000, Rp2.000.000, hingga Rp2.500.000 per rumah tangga.
“Program ini bersumber dari Dana Desa yang seharusnya diperuntukkan bagi kesejahteraan masyarakat secara gratis atau setidaknya tidak memberatkan. Penarikan biaya sebesar itu sangat tidak masuk akal dan membebani warga,” ungkap salah satu warga saat menggelar rapat konsolidasi.
Penarikan biaya yang dinilai tidak memiliki dasar hukum jelas ini memicu gelombang penolakan. Dalam pertemuan yang dihadiri puluhan tokoh dan perwakilan warga, disepakati bahwa masyarakat akan menggelar aksi demonstrasi untuk menuntut pertanggungjawaban Kepala Desa Gunung Sereng, Muhyiddin Gunawan.
Selain aksi turun ke jalan, warga juga berencana membawa persoalan ini ke ranah hukum. Mereka bakal melayangkan laporan resmi ke Inspektorat Kabupaten Bangkalan serta Aparat Penegak Hukum APH guna mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan wewenang dan indikasi penyelewengan anggaran Dana Desa.(27/70/2026)
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Gunung Sereng belum memberikan konfirmasi atau keterangan resmi mengenai tuduhan penarikan biaya fasilitas air bor serta rencana aksi unjuk rasa tersebut.
Jurnalis Mukr
