Masuk Era Baru, Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok Buka Jalan Kerja Sama Lebih Luas dengan Indonesia
CNBC MEDIA NET SURABAYA – Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok yang resmi disahkan dalam Sidang Lianghui Maret 2026 disebut membawa empat peluang strategis bagi Indonesia. Hal itu disampaikan Konsul Jenderal Tiongkok di Surabaya, Ye Su, saat memaparkan arah pembangunan Tiongkok lima tahun ke depan.
Peluang pertama adalah akses ke pasar konsumsi raksasa. Dengan populasi 1,4 miliar jiwa dan lebih dari 400 juta kelas menengah, Tiongkok menjadi tujuan ekspor potensial bagi komoditas unggulan Indonesia.
Produk seperti minyak kelapa sawit, karet, kopi, buah tropis, hingga sarang burung walet berpeluang memperbesar pangsa, seiring tren kenaikan nilai perdagangan bilateral kedua negara.
Kedua, iklim investasi yang makin terbuka. Ye Su menyebut stabilitas sosial dan kepastian hukum di Tiongkok mendukung ekspansi bisnis asing. Sektor prioritas yang didorong meliputi manufaktur canggih,
teknologi tinggi, layanan modern, dan ekonomi hijau. Ini memberi ruang bagi pelaku usaha Indonesia untuk masuk lewat skema kemitraan dan investasi langsung.
Ketiga, kolaborasi di bidang industri dan teknologi. Agenda hilirisasi Indonesia dinilai sejalan dengan kapasitas manufaktur Tiongkok. Kerja sama diarahkan tidak hanya pada perdagangan,
tetapi juga transfer teknologi dan pengembangan industri bersama. Contoh yang sudah berjalan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Surabaya yang mengubah sampah kota menjadi pasokan listrik.
Keempat, penguatan pertukaran antarmasyarakat. Konektivitas udara yang bertambah, kemudahan visa, serta peningkatan jumlah wisatawan dan pelajar disebut mempererat hubungan kedua negara.
Ye Su menegaskan Tiongkok akan melanjutkan kebijakan keterbukaan dan berharap sinergi dengan Indonesia bisa menjadi model kemitraan yang saling menguntungkan di kawasan
. Jurnalis isw89
